“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak
memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan
dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak
menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena
ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu,
percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung
segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan..”
APAKAH KASIH ITU ?
Pertanyaan penting yang akan
kita ajukan ialah: Apakah kasih itu? Kasih dalam pengertian insani atau
pun ilahi merupakan bentuk ungkapan yang paling dalam dari kepribadian
sekaligus hubungan pribadi paling akrab dan paling dekat.
Kata
Ibrani Perjanjian Lama yang paling dominan untuk kasih adalah “aheb”
berkonotasi beragam makna sesuai dengan konteksnya. Perjanjian Baru
kebanyakan menggunakan dua kata Yunani yaitu: “agape” dan “philia”. Kata
“agape adalah kata yang paling dominan dalam Perjanjian Baru. Kata
“agape” jarang digunakan dalam bahasa Yunani sebelum kata itu dipakai
secara khas oleh orang Kristen untuk mengungkapkan kasih. “Agape”
dipakai untuk menyatakan kasih Allah, kasih sejati, tidak mementingkan
diri, tidak menuntut balas jasa, dan kasih dari hati yang peduli pada
orang lain. Sedangkan kata “philia” yaitu kasih sayang antar sahabat
atau teman; kata ini sering diasosiakan dengan kasih persaudaraan. Dua
kata Yunani klasik “eros” dan “storge” tidak digunakan dalam Alkitab.
Kata “eros”, menunjukkan cinta dengan daya tarik seksual atau erotika.
Kasih ini sering dihubungkan dengan romantistik. Sedangkan kata stôrge
berarti kasih alami dalam keluarga, seperti kasih seorang ibu dan
anaknya tidak digunakan di dalam Alkitab.
Kasih “agape” dapat
diaktulisasikan kepada Allah dan kepada sesama. Secara khusus, dalam
konteks 1 Korintus pasal 13 ini, Paulus menggunakan kata “agape” dalam
hubungan dengan sesama. Kristus dalam Matius 22:34-40 meringkas tugas
orang Kristen dengan hukum kasih, yaitu kasih kepada Tuhan, kepada diri
sendiri dan kepada sesama. Kasih agapaô perlu memenuhi hidup kita dan
mengontrol kasih yang lainnya (philia, eros, storge). Semua kasih yang
lain hanya dapat diperbaiki dan berfungsi dengan benar dalam proporsi
yang tepat bila kasih “agape” mengontrolnya.
* Apakah yang kalian dapatkan dengan saling membenci ?
* Apakah hidupmu akan tenang dan senang dengan saling membenci ?
* Sudakah kalian saling mengasihi satu sama lain?
( Pilihan mu menentukan masa depan mu :) )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar