Rabu, 29 Juli 2015

KASIH

“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan..” 

APAKAH KASIH ITU ?

Pertanyaan penting yang akan kita ajukan ialah: Apakah kasih itu? Kasih dalam pengertian insani atau pun ilahi merupakan bentuk ungkapan yang paling dalam dari kepribadian sekaligus hubungan pribadi paling akrab dan paling dekat.

Kata Ibrani Perjanjian Lama yang paling dominan untuk kasih adalah “aheb” berkonotasi beragam makna sesuai dengan konteksnya. Perjanjian Baru kebanyakan menggunakan dua kata Yunani yaitu: “agape” dan “philia”. Kata “agape adalah kata yang paling dominan dalam Perjanjian Baru. Kata “agape” jarang digunakan dalam bahasa Yunani sebelum kata itu dipakai secara khas oleh orang Kristen untuk mengungkapkan kasih. “Agape” dipakai untuk menyatakan kasih Allah, kasih sejati, tidak mementingkan diri, tidak menuntut balas jasa, dan kasih dari hati yang peduli pada orang lain. Sedangkan kata “philia” yaitu kasih sayang antar sahabat atau teman; kata ini sering diasosiakan dengan kasih persaudaraan. Dua kata Yunani klasik “eros” dan “storge” tidak digunakan dalam Alkitab. Kata “eros”, menunjukkan cinta dengan daya tarik seksual atau erotika. Kasih ini sering dihubungkan dengan romantistik. Sedangkan kata stôrge berarti kasih alami dalam keluarga, seperti kasih seorang ibu dan anaknya tidak digunakan di dalam Alkitab.

Kasih “agape” dapat diaktulisasikan kepada Allah dan kepada sesama. Secara khusus, dalam konteks 1 Korintus pasal 13 ini, Paulus menggunakan kata “agape” dalam hubungan dengan sesama. Kristus dalam Matius 22:34-40 meringkas tugas orang Kristen dengan hukum kasih, yaitu kasih kepada Tuhan, kepada diri sendiri dan kepada sesama. Kasih agapaô perlu memenuhi hidup kita dan mengontrol kasih yang lainnya (philia, eros, storge). Semua kasih yang lain hanya dapat diperbaiki dan berfungsi dengan benar dalam proporsi yang tepat bila kasih “agape” mengontrolnya.

* Apakah yang kalian dapatkan dengan saling membenci ?
* Apakah hidupmu akan tenang dan senang dengan saling membenci ?
* Sudakah kalian saling mengasihi satu sama lain?
( Pilihan mu menentukan masa depan mu :) )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar